SINGKIL — Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dicanangkan pemerintah bertujuan untuk memperluas akses serta meratakan kualitas mutu pendidikan mulai dari jenjang prasekolah hingga tingkat menengah, termasuk kewajiban mengikuti 1 tahun pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau Taman Kanak-Kanak (TK).
Hal tersebut ditegaskan oleh Bunda PAUD Aceh, Hj. Marlina Usman (Kak Na), saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD SPF PAUD Negeri 1 Singkil Utara di Desa Gosong Telaga Selatan, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (3/11/2026).
“Pemerintah dengan program Wajib Belajar 13 Tahun, telah memasukkan 1 tahun belajar di PAUD atau TK sebelum anak-anak kita melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar dan menengah. Ini merupakan bagian dari upaya kita melakukan pendekatan penanganan dan pemenuhan hak tumbuh kembang anak secara menyeluruh dalam upaya mewujudkan Generasi Indonesia Emas 2045,” ujar Kak Na.
Dorong Pembentukan PAUD Holistik Integratif
Kak Na menjelaskan bahwa peninjauan ini difokuskan pada pemenuhan layanan PAUD Holistik Integratif (HI) bagi anak usia dini di UPTD SPF PAUD Negeri 1 Singkil Utara.
Selain pemenuhan sarana dan prasarana, kunjungan ini difungsikan untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan prasekolah serta memastikan jaminan akses inklusif bagi seluruh anak tanpa membedakan latar belakang sosial-ekonomi.
“Selain itu, kunjungan ini juga bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu anak usia dini, termasuk menjamin akses inklusif, yaitu untuk menjamin setiap anak dari berbagai latar belakang untuk mendapatkan layanan prasekolah, pendidikan dasar, dan menengah yang berkualitas,” kata Kak Na.
Ia meyakini bahwa fondasi pendidikan dasar yang dimulai dari jenjang PAUD akan membentuk kematangan emosional dan intelektual anak dalam menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Kita tentu optimis, dengan menjalani 1 tahun pendidikan di PAUD akan membuat ananda kita memiliki kesiapan mental serta kecerdasan intelektual dalam mempersiapkan diri untuk masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ungkapnya.
Dihadiri Jajaran Pejabat dan Berbagi Keceriaan
Dalam peninjauan tersebut, Bunda PAUD Aceh turut didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh, Fitriani Taufik; Pj. Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon; serta Ketua TP-PKK Aceh Singkil, Habibatussania.
Rangkaian kegiatan diisi dengan interaksi edukatif bersama peserta didik, permainan kuis interaktif, serta penyerahan bantuan paket tas sekolah kepada seluruh anak binaan di UPTD SPF PAUD Negeri 1 Singkil Utara.

