• Beranda
Kamis, Juni 18, 2026
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Tangan Dingin sang Dosen

Juni 27, 2019
in Headline News
Foto-Foto Ketua BKMT Aceh menyerah Sembako

Lahir di Pulau Jawa tak menurunkan pengabdian dan kepeduliannya pada Serambi Mekkah. Mengajar dan berbagi. Rutinitas harian perempuan bertubuh semampai ini.

Cakatan tangannya mengaduk perlahan bumbu yang telah dicampur dalam belanga tanah. Hari itu, pertengah Juni 2019, ia tengah memasak kari ayam, makanan khas Aceh. Baginya, aktivitas memasak bagi keluarga adalah kewajiban, di samping berbagi ilmu di kampus dan berbagi dalam kegiatan sosial di beberapa organisasi perempuan.

“Keluarga saya paling suka makan kari khas Aceh,” katanya.

Perempuan itu adalah Dyah Erti Idawati. Insinyur teknik di Kampus Universitas Syiah Kuala. Sehari-hari, selain mengajar, dosen tetap di Fakultas Teknik itu, aktif juga di kegiatan PKK Aceh. Sebagai istri Wakil Gubernur –sekarang Plt. Gubernur—, ia diamanahkan jabatan sebagai wakil ketua di PKK Aceh.

Dyah lahir di Surabaya 3 Juli 1967. Hari Rabu sekira dua pekan mendatang usianya genap 52 tahun. Hampir setengah usianya dihabiskan di Aceh, bersama Nova Iriansyah, kini Pelaksana Tugas Gubernur Aceh. Ia aktif berkeling, berkampanye kesehatan dan memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan di seluruh Aceh.

Awal April lalu, adalah Rakibah, penderita lumpuh asal Aceh Barat Daya yang dikunjungi Dyah. Keluarga miskin itu tak menyangka, Dyah bakal mengunjunginya secara tiba-tiba. Mereka diberikan bantuan, kepada Pemda setempat, keluarga itu dititipkan, dipintakan untuk bisa mendapatkan perawatan.

Sementara di bulan Ramadan pada Mei hingga awal Juni lalu, Dyah bersama kelompok majelis taklim rutin berkeliling membagi sembako. Tak mengenal tempat, tak mengenal waktu. Di pagi hari ia mengunjungi pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Gampong Jawa, berlanjut ke dayah hingga berjumpa kaum ibu pencari tiram di Krueng Cut. Pada siang hari Dyah menghabiskan waktu di ruangan kampus. Sementara di sore hari sudah bergabung kembali bersama disablitas.

“Apa yang kami lakukan harapannya bisa menggerakkan komunitas lain. Semakin banyak yang bergerak, Insya Allah akan semakin banyak yang mendapatkan manfaat,” ujar Dyah Erti Idawati perihal aktivitas berbagi yang digerakkan dirinya bersama kelompok Badan Kontak Majelis Taklim Aceh.

Jelang hari raya, Dyah juga menggerakkan kegiatan sosial. Ia memborong sekelompok anak yatim berbelanja, memilih suka hati baju lebaran di sebuah mall di Banda Aceh. Di lorong-lorong sesak dengan baju itu, para anak-anak menggenggam erat tangan Dyah. Bagi mereka, Dyah serupa ibu yang membelikan seragam ketika lebaran. Kata Dyah, apa yang ia lakukan tak lebih dari sekedar berbagi.

“Kita menyebarkan kebahagiaan bagi mereka yang memang memiliki kekurangan dibandingkan dengan kita,” kata Dyah. Di sana ia terus memperhatikan anak-anak yang sebagiannya berlarian ke sana-sini. Seperti ibu yang tidak ingin anaknya hilang dari keramaian mall.

Jauh sebelum itu, ia telah menjadi duta kesehatan bagi Aceh. Hingga hari ini, Dyah terus ‘berteriak’ pada ibu yang di rumahnya punya balita: tak perlu kaya untuk hidup sehat. Alam Aceh menyediakan segalanya; ikan melimpah, sayuran-sayuran meruah. Ia aktif mengampanyekan gerakan melawan stunting, gizi buruk yang mengintai anak Aceh.

Apa yang Dyah lakukan adalah untuk menjawab kekhwatiran atas permasalahan yang kini menjadi hal serius dan perlu untuk segera ditangani. Secara nasional, di awal tahun lalu angka stunting di Aceh mencapai 30 persen. Sebagai salah satu wujud kepedulian tersebut, Pemerintah Aceh bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota mendeklarasi Gerakan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi.

Dyah Erti Idawati mengatakan Indonesia akan mendapatkan bonus demografi di tahun 2025. Perlu kerja sama seluruh pemangku kebijakan agar anak-anak Aceh terbebas dari stunting.

“Anak-anak adalah harta karun untuk membangun bangsa, sehingga mampu bersaing dengan bangsa manapun di masa depan,” kata Dyah. Indonesia, ujar dia, sedang mempersiapkan generasi terbaik menyongsong bonus demografi tahun 2025 hingga tahun 2036 mendatang. “Angka stunting harus kita tekan agar anak-anak kita menjadi generasi unggul dan mampu bersaing dengan bangsa manapun di masa mendatang.”

Bersama PKK Aceh, alumnus Melbourne University Australia ini bergerak cepat, bergerilya ke seluruh Aceh. Kaum ibu dikumpulkan. Pada mereka diberikan pemahaman bahaya stunting.

Bukan hanya itu, ia juga meminta ibu-ibu untuk menjauhkan anak dari kontaminasi telepon pintar. Mereka, kata Dyah, masih terlalu dini untuk dikenalkan pada gadget. Memang, penggunaan handphone oleh anak sulit dihindari di zaman yang maju seperti saat ini. “Namun kontrol tetap harus kita lakukan, agar anak-anak dapat menggunakan gadget sesuai dengan kebutuhan mereka karena memang banyak hal positif yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan gadget,” kata Dyah.

Selain itu, ia juga mengajak keluarga di setiap gampong di Aceh untuk menggiatkan kembali aktivitas gotong royong. Kegiatan bersama tersebut, kata Dyah, merupakan gerakan dasar untuk membangun kepedulian bersama antar-masyarakat. “Gotong royong membangun silaturahmi dapat menumbuhkan semangat kekeluargaan, serta saling memiliki.”

Kini, hampir genap dua tahun ia menjadi salah seorang first lady di Aceh. Sebagai dosen, tangan dinginnya dipakai membantu masyarakat khususnya kaum ibu. Tak hanya mengajar, berbaur bersama masyarakat juga dijadikannya sebagai tempat untuk belajar. [ADV]

Next Post
Terkait Forum Aceh Meusapat, Reza Idria Minta Pemerintah Aceh Berbenah

Terkait Forum Aceh Meusapat, Reza Idria Minta Pemerintah Aceh Berbenah

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Buka Rakor DWP se Aceh, Ketua DWP Tekankan Solidaritas Dalam Organisasi
  • Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan
  • Intens Bahas Revisi UUPA, Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Forbes dan DPR Aceh
  • Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur
  • Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh