• Beranda
Sabtu, Oktober 24, 2026
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Pj Ketua TP PKK Safriati: Pocut Baren adalah Contoh Perempuan Pejuang Gigih

Desember 3, 2024
in Aceh, News
Pj Ketua TP PKK Safriati: Pocut Baren adalah Contoh Perempuan Pejuang Gigih

Ketua TP-PKK Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si, didampingi Plt. Ketua DWP Aceh, Dra. Sukmawati dan Pj. Ketua TP-PKK Aceh Barat, Nurmaziah, saat melakukan Ziarah ke makam Pocut Baren dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-96 di Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, Senin, (2/12/2024).

ACEH BARAT – Pocut Baren, seorang perempuan pejuang dari Aceh Barat, merupakan tauladan bagi wanita di masa kini. Hidup sebagai anak seorang Uleebalang, tak membuatnya nyaman duduk dalam kemewahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Ketua TP PKK Aceh Safriati, usai berziarah ke Makam Pahlawan Perempuan Aceh Pocut Baren, dalam rangka memperingati Hari Ibu tahun 2024, di Gampong Tungkop Kecamatan Sungai Mas, Senin (2/12/2024).

“Pocut Baren merupakan tauladan kita, hidup serba kecukupan sebagai anak seorang Uleebalang, yang membuatnya nyaman menikmati kemewahan. nya mendidih saat darah negerinya dijajah, semangat perlawanannya bergolak melihat rakyatnya diperlakukan semena-mena oleh Belanda,” ujar Safriati.

“Tekadnya untuk melawan Belanda semakin memuncak, meski sang suami gugur dalam pertempuran, namun Pocut Baren tak surut langkah. Dirinya terus berjuang melawan penjajah,” ucap Safriati.

sama diketahui, sejak masa mudanya Pocut Baren ikut berjuang bersama Cut Nyak Dhien. Pocut Baren tetap dan terus berjuang melawan penjajahan Belanda meski Cut Nyak Dhien sang panutan telah ditangkap Belanda dan suami tercinta gugurnya, semangat perlawanannya terus berkobar.

Pocut Baren sempat tertangkap dan diasingkan ke Kutaraja Banda Aceh. Kaki Pocut sempat tertembak dalam sebuah operasi penangkapan yang dilakukan penjajah. Karena tidak ditangani dengan baik, luka tembak tersebut membusuk dan harus diamputasi.

Setelah diamputasi, Pocuy Baren ditarik ke kampung halamannya di Tungkop. Pejuang Perempuan yang lahir tahun 1880 itu diangkat di kampung halamannya pada tahun 1893.

“Dengan ziarah hari ini, saya berharap kita semua para perempuan Indonesia, khususnya Aceh untuk mencontoh dan meneladani kegigihan perjuangan Pocut Baren untuk kita aplikasikan dalam keseharian kita,” kata Safriati.

Usai ziarah, Safriati dan rombongan kemudian bersilaturrahmi dengan Keuchiek Gampong Tungkop Muhammad Zein dan masyarakat setempat, sambil menikmati pulut kuah tuhe.

Pada kegiatan tersebut, Safriati turut didampingi oleh Pj Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Sukmawati, Pj Ketua TP PKK Aceh Barat serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait lainnya. []

Next Post
Pj Gubernur Safrizal Hadiri Kegiatan Pemberian Gelar Kehormatan Wali Nanggroe Aceh

Pj Gubernur Safrizal Hadiri Kegiatan Pemberian Gelar Kehormatan Wali Nanggroe Aceh

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Karakter Religius Siswa, Bunda Salma Berbagi Al-Qur’an di SMAN 1 Tanah Jambo Aye
  • Soal Safrizal, Jubir Nurlis Kritik Mendagri: Aceh Butuh Kepastian Penanganan Bencana, Bukan Pejabat Gagal Paham Tupoksi
  • Dek Fadh Bakar Semangat 510 Laskar Gerindra Aceh
  • Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
  • Bunda Salma Salurkan Seragam untuk Pelajar Aceh Utara
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh