Banda Aceh — Pemerintah Aceh kembali mengirimkan bantuan dana tahap dua sebesar Rp.50 juta untuk keperluan belanja kebutuhan makanan bagi 12 mahasiswa Aceh yang terjebak di Wuhan, China, tempat virus corona berpusat, Rabu (29/1).
Pengiriman uang dilakukan melalui Dinas Sosial Aceh ke rekening Alfi Rian Tamara, salah seorang mahasiswa Aceh di Wuhan pada Rabu pagi. Pengiriman uang untuk kebutuhan belanja mahasiswa juga telah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah Aceh pada Minggu (27/1). Jumlah uang yang dikirim pada saat itu juga sebesar Rp.50 juta.
“Atas arahan Gubernur, uangnya sudah kami transfer, semoga bisa dipergunakan untuk keperluan membeli stock makanan,” ujar Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri didampingi Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Muhammad Iswanto, dan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani, dalam konferensi pers di Posko Informasi warga Aceh di Wuhan di Kantor Dinas Sosial Aceh.
*Terima Bantuan dari KBRI*
Dalam konferensi pers itu Alhudri juga melakukan panggilan telepon dengan mahasiswa Aceh di Wuhan. Dalam penjelasannya para mahasiswa menjelaskan masih bertahan di kamar asrama kampus. Namun begitu kondisi ke 12 mahasiswa berada dalam keadaan sehat. Sebuah supermarket juga disebut terletak berdekatan dengan asrama mahasiswa, yaitu hanya berjarak 500 meter, sehingga mereka masih dapat berbelanja.
Dalam panggilan telepon itu, para mahasiswa juga menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing juga telah menyerahkan biaya logistik untuk 93 orang mahasiswa Indonesia termasuk mahasiswa Aceh, yang terisolasi oleh wabah Virus Corona di Kota Wuhan.
Dana tersebut dibagikan langsung melalui koordinator kampus masing-masing pada Selasa kemarin. Setiap mahasiswa menerima 280 RMB atau sekitar Rp. 560 ribu untuk tujuh hari pertama. []

