Banda Aceh – Pemerintah Aceh bersama unsur Forkopimda, Kamis (8/10/2020), melakukan rapat koordinasi guna mengoptimalkan penanganan Covid-19 yang kasusnya semakin bertambah di Aceh.
Rapat yang berlangsung secara daring itu diikuti para asisten Sekda Aceh, kepala SKPA serta unsur Forkopimda Aceh.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Teuku Ahmad Dadek, dalam pemaparannya pada rapat tersebut mengatakan sesuai arahan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sudah waktunya Aceh menerapkan langkah siaga satu guna menekan tingginya kasus Covid-19.
“Bapak Plt Gubernur mengatakan Aceh sudah harus siaga satu. Beliau meminta seluruh jajaran meningkatkan fokus pada penanganan Covid-19,” ujar Dadek.
Terkait hal tersebut, para peserta rapat membahas sejumlah langkah penanganan, di antaranya upaya meningkatkan perlindungan terhadap orang-orang yang memiliki risiko tinggi, seperti orang dengan penyakit bawaan atau komorbid.
Kepada kelompok tersebut akan dilakukan langkah sosialisasi khusus untuk menjalankan protokol kesehatan. Mereka yang termasuk kelompok komorbid ini di antaranya ibu hamil dan menyusui, orang dengan usia di atas 50 tahun, pengidap diabetes, gagal ginjal, hipertensi, asma bronchial, copd, hingga kanker.
Selain itu, rapat juga membahas upaya peningkatan jumlah Ruang Respiratory Intensive Care Unit (RICU) serta ruang inap di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh dan Rumah Sakit lainnya di Aceh.
Kemudian juga membahas peningkatan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). []

