• Beranda
Sabtu, Desember 6, 2025
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Para Pelari Kampanyekan “Zero Thalassemia” di Aceh

Januari 10, 2023
in Aceh, Headline News, News
Para Pelari Kampanyekan “Zero Thalassemia” di Aceh

Lebih dari 30 orang pelari dari berbagai profesi dan latar belakang serta dari berbagai daerah di Indonesia akan berlari pada tanggal 14 Januari 2023 di Sabang, dalam rangka mengkampanyekan “Zero Thassemia” di Aceh.

Para pelari akan menempuh jarak kurang lebih 47 kilometer dan finish di titik “Nol Kilometer Indonesia”. Target kegiatan tersebut membantu penyintas thalasemia di Aceh dan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai bahaya thalassemia.

“Ini merupakan kegiatan amal untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya thalasemia dan untuk mengurangi angka kelahiran thalasemia mayor di Aceh,” Ujar Nurjannah, Founder Yayasan Darah untuk Aceh (YDUA) di Banda Aceh, Selasa 10/1/2022.

Selain itu, kata dia, kegiatan bertajuk “Run For Zero Thalassemia” ini juga dilaksanakan untuk membantu memfasilitasi para penyintas thalasemia di Aceh yang setiap bulan harus melakukan transfusi darah secara rutin di RSUD Dr. Zainoel Abidin.

“Kami mengajak para pelari baik dari beberapa daerah mendukung kampanye kami dengan berlari dan menggalang dana untuk para penyintas thalasemia di Aceh,”ujar Nurjannah.

Saat ini, total dana yang sudah terkumpulkan mencapai Rp 196.838.172. Bagi yang ingin menyumbang bisa mengakses link: https://ayobantu.com/campaign/zerothalassemia

Nicky Hogan, salah satu pelari yang ikut berpartisipasi menyatakan, ia bersama pelari lainnya mengikuti kegiatan ini untuk membantu meringankan beban para penyintas thalasemia di Aceh. “Akibat thalasemia, kebahagiaan dirampas, kehidupan direnggut, bahkan pada usia dini. Namun masih ada yang dapat kita lakukan, selalu akan ada harapan, untuk mengembalikan kebahagiaan itu, untuk mempertahankan kehidupan itu. Dan kami akan berlari untuk itu” ujarnya.

Seperti kita ketahui bersama bahwa thalasemia merupakan penyakit keturunan (genetik) yang belum ada obatnya, di mana salah satu upaya penyembuhannya adalah dengan transplantasi sumsum tulang belakang. Namun upaya untuk memperbaiki “pabrik” darah ini, sangat mahal biayanya dan memakan waktu yang lama. Transfusi darah secara rutin biasanya dilakukan sebulan sekali atau kurang, sedangkan efek sampingnya adalah terjadi penumpukan zat besi di dalam darah pasien. Untuk mengurangi zat besi dalam tubuh, pasien juga harus rutin minum obat setiap hari. Biaya transfusi darah dan obat-obatan yang harus dikonsumsi itu tergolong besar, apalagi hal itu rutin dilakukan seumur hidup

Next Post
Pemerintah Harapkan Kehadiran BPRS Artha Aceh Sejahtera Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Aceh

Pemerintah Harapkan Kehadiran BPRS Artha Aceh Sejahtera Dukung Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Aceh

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Gubernur Instruksikan Pengawasan Ketat Lonjakan Harga Sembako dan BBM di Tengah Bencana
  • Mualem Terobos Aceh Tamiang Antar Bantuan Tengah Malam
  • Ketua TP PKK Aceh Tembus Lokop Bawa Bantuan Dua Ton Menggunakan Helikopter TNI AU
  • Mualem Instruksikan Semua Kepala SKPA dan Jajarannya Donasi untuk Korban Bencana Hidrometeorologi
  • Kagama Serahkan Bantuan Rp54 Juta untuk Korban Bencana Hidrometeorologi Aceh
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh