ACEH BESAR — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Marlina Muzakir, menyerahkan bantuan perlengkapan produksi kepada perajin binaan Dekranasda Aceh Besar, Kamis (21/5/2026). Bantuan tersebut berupa tiga unit cetakan (mal) batik cap dan satu unit mesin tenun.
Perempuan yang akrab disapa Kak Na ini menyerahkan tiga canting cap saat meninjau workshop Malaka Batik di Kuta Mala. Sementara itu, ia menyerahkan bantuan mesin tenun saat mengunjungi pusat kerajinan di kompleks kantor Dekranasda Aceh Besar.
“Kreativitas para perajin di sini sangat luar biasa. Pemerintah daerah bahkan mengirim mereka langsung ke Yogyakarta untuk mendalami seni membatik sebelum membuka gerai ini,” ujar Kak Na memuji kemandirian perajin.
Saat ini, Malaka Batik memproduksi batik tulis dan batik cap. Teknik batik cap menggunakan stempel tembaga yang dicelupkan ke lilin panas, lalu ditempelkan pada kain. Guna memperkaya variasi produk, Kak Na menyumbang tiga motif baru khas daerah.
“Saya menyumbang tiga canting motif baru. Coba kembangkan motif khas Aceh, seperti Gunung Geurutee, setelah sebelumnya sukses dengan motif Gunung Seulawah. Saya tentu akan memesannya nanti,” tuturnya.
Ia juga mengagumi konsep rumah produksi yang menyatu langsung dengan galeri penjualan. Konsep terintegrasi ini memungkinkan konsumen melihat langsung seluruh proses pembuatan batik dari awal hingga selesai.

