| Foto: Saiful Azmi/Humas Aceh |
Banda Aceh | ToA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta rekanan yang telah menandatangani kontrak kegiatan APBA 2018 untuk menyelesaikan pekerjaan dengan amanah dan jujur. Rekanan juga diminta untuk menyelesaikan semua pekerjaan dengan tenggat waktu yang telah ditentukan dengan tetap mengedepankan mutu pembangunan.
“Jangan melakukan kebiasaan buruk: ambil uang muka, setelah itu jual proyek ke orang lain. Saya akan mengecek sendiri ke lapangan,” kata Gubernur Irwandi usai penandatangan kontrak bersama kegiatan strategis APBA, di Anjong Mon Mata, Jumat 11 Mei 2018.
Penandatangan kontrak tersebut, ujar Irwandi, merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas publik dalam keseluruhan proses pembangunan di Aceh.
Penandatanganan sejumlah proyek tersebut dilakukan atas paket yang sudah diumumkan pemenang, yaitu sebanyak 624 Paket dengan nilai Rp.727,9 Milyar per 36 SKPA termasuk paket pelelangan secara elektronik atau E-Catalog 90 paket senilai Rp 167,25 Milyar.
Usai mem-pergubkan APBA 2018 pada 26 Maret lalu, proses lelang langsung diumumkan, tepatnya 7 hari paska-putusan Pergub, dengan jumlah 2.872 paket senilai 4,95 triliun. Irwandi meminta agar dalam tempo sepekan ke depan, proyek-proyek yang telah ditandatangani oleh rekanan tersebut bisa langsung dikerjakan.
“Harus langsung. Tidak ada alasan mencari dana. Setiap melakukan tender sudah siap dengan dana. Kita akan menyediakan uang muka,” kata Irwandi. Ia menginginkan agar semua proyek yang tender harus selesai tepat waktu. “Jangan seperti tahun lalu. Kalau terjadi bukan hanya perusahaan tapi manusianya juga kena blacklist.” Irwandi meminta agar rekanan bisa segera mengambil uang muka yang telah disediakan.
Proses tender tahap dua, akan dilanjutkan secara bertahap, dan ditargetkan pada akhir Juni nanti semua paket sudah selesai ditandatangani. Kepada seluruh masayarat dan pihak dewan di DPR Aceh, Irwandi mengaja agar bersama mengawasi dan memantau proses pembangunan di Aceh.
Untuk diketahui, sebanyak 624 paket dengan nilai Rp.727,9 miliar ditandatangani oleh rekanan bersama SKPA terkait.
Paket tersebut antara lain adalah Sarana Pendidikan sebanyak 40 paket dengan nilai 83 Milyar, Gedung 36 pkt/58 Milyar, Jaringan Irigasi 12 pkt/56 Milyar, Sarana Ibadah 27 pkt/51 Milyar, Sarana Olahraga 14 pkt/41 Milyar, Alat Pertanian dan Perkebunan 20 pkt/37 Milyar, Sarana Transmigrasi 35 pkt/29 Milyar, Alat Kesehatan 30 pkt/28 Milyar.
Selanjutnya adalah pembangunan fasilitas Keselamatan LLAJ sebanyak 36 pkt/23 Milyar, Jalan 7 pkt/20 Milyar, Bandara 2 pkt/19 Milyar, Jetty/Tanggul 9 pkt/15 Milyar, Lampu Jalan 15 pkt/15 Milyar, Bibit 29 pkt/14 Milyar, Pelabuhan Penyebrangan 6 pkt/13 Milyar, Bor Air Tanah 11 pkt/12 Milyar, Jembatan 1 pkt/10,9 Milyar, RSU 4 pkt/11 Milyar, Rehab tambak 23 pkt/11 Milyar, Pupuk 30 pkt/8 Milyar, Sarana Air Bersih 3 pkt/6 Milyar, Benih 10 pkt/5 Milyar Listrik Rumah 7 pkt/4 Milyar dan lainnya dan paket lainnya dengan anggaran 160 Milyar, seluruh kegiatan tersebut tersebar pada 23 Kabupaten/Kota termasuk Dana Otsus Kabupaten/Kota. [ADV]