Banda Aceh — Tanggal 22 Januari 2002, tepatnya 18 tahun lalu, Panglima GAM Tgk Abdullah Syafii syahid dalam pertempuran dengan TNI di perbukitan Alue Mon, kawasan Jim-jim, Pidie Jaya. Tgk Lah gugur bersama istrinya Cut Fatimah dan dua pengawal setianya.
Kronologi pertempuran yang berujung syahidnya Tgk Lah dimulai dari aksi pengepungan pengunungan Jim-Jiem dan Cubo oleh TNI sejak seminggu terakhir. Dari sana TNI terus merengsek masuk sampai ke Krueng Bla. Pada tanggal 21 Januari 2002, pasukan TNI dan GAM mulai terlibat baku tembak.
Kalah jumlah pasukan dan persenjataan, Panglima GAM Tgk Abdullah Syafii dan pasukannya terpaksa begeser sambil membalas tembakan. Posisi terakhir Tgk Lah dan pasukannya pada hari itu berada di kawasan perbukitan Alue Mon.
Esok harinya, pada 22 Januari 2002, pertempuran kembali meletus di perbukitan Alue Mon. Saat itu hari masih pagi. Dentuman senjata memecah keheningan hutan. Kedua belah pihak saling melepaskan serangan. Perang baru mereda sekitar pukul 6 sore dan membuat pasukan GAM terpencar.
Beberapa pasukan GAM berhasil keluar kepungan TNI dan menyelamatkan diri. Namun Tgk Lah bersama istri dan dua pengawalnya memilih bertempur hingga tetes darah penghabisan. Mereka syahid bersama. Keempatnya dikuburkan bersisian di belakang rumah Tgk Lah di Cubo, Pidie Jaya pada 24 Januari 2002. []

