• Beranda
Minggu, Oktober 18, 2026
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman di Darat

Juni 11, 2026
in News
Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman di Darat

Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyepakati pengajuan revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Gas Tengkulo. Proyek migas bernilai strategis ini berada di Wilayah Kerja South Andaman atau Blok Andaman.

Kesepakatan penting tersebut tercapai dalam pertemuan resmi di Kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu malam (10/6/2026). Melalui kesepakatan ini, SKK Migas bersedia mengakomodasi usulan perbaikan dokumen proyek dari Pemerintah Aceh.

Pertemuan tingkat tinggi itu juga menghadiri Sekda M Nasir Syamaun bersama Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi. Tenaga Ahli Sekda Aceh Bidang Migas Akhyar ST MT ikut mengawal dialog penting ini.

“Mereka bersedia mengakomodir revisi PoD yang akan kita sampaikan,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Dr Nurlis Effendi di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Sebenarnya, Mualem menyambut baik kehadiran proyek Lapangan Gas Tengkulo serta Mubadala Energy selaku investor utama. Namun, pemerintah daerah mendeteksi sejumlah poin yang berpotensi merugikan hak-hak ekonomi wilayah Aceh.

Berdasarkan dokumen ketentuan awal, pemrosesan gas bumi menggunakan kapal terapung raksasa atau Floating Production Storage and Offloading (FPSO). Selanjutnya, pipa bawah laut mengalirkan komoditas tersebut menuju Onshore Receiving Facilities (ORF) KEK Arun Lhokseumawe.

Mubadala Energy bahkan tengah menyiapkan proses tender pengadaan unit FPSO untuk mempercepat komersialisasi gas laut dalam. Kapal khusus ini mengintegrasikan fungsi produksi, pengolahan, hingga penyimpanan migas lepas pantai.

Mualem secara tegas menghendaki pengalihan proses produksi gas dan kondensat langsung ke darat. Kebijakan ini mewajibkan pemanfaatan fasilitas Onshore Processing Facility (OPF) yang berada di area KEK Arun.

“Jadi skema penyaluran gas langsung ke darat (onshore pipelining) untuk diolah di KEK Arun,” kata Nurlis menjelaskan keinginan Gubernur Aceh.

Next Post
Soal Permohonan Tambahan Anggaran Aceh, Jubir Nurlis: Masih Dipelajari Pusat

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2, Pastikan Penanganan Korban Menjadi Prioritas

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Karakter Religius Siswa, Bunda Salma Berbagi Al-Qur’an di SMAN 1 Tanah Jambo Aye
  • Soal Safrizal, Jubir Nurlis Kritik Mendagri: Aceh Butuh Kepastian Penanganan Bencana, Bukan Pejabat Gagal Paham Tupoksi
  • Dek Fadh Bakar Semangat 510 Laskar Gerindra Aceh
  • Bunda Salma Serahkan Kursi Roda untuk Warga Lumpuh
  • Bunda Salma Salurkan Seragam untuk Pelajar Aceh Utara
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh