Banda Aceh | ToA – Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Dyah Erti Idawati memotivasi kader PKK Gampong se Kabupaten Aceh Tamiang, dalam sebuah pelatihan di Hotel Kuala Radja Banda Aceh, Kamis 7 Maret 2019.
Dyah yang mengisi materi pada pelatihan manajemen pengelolaan PPK, menyampaikan setidaknya tiga pesan pada puluhan kader PKK gampong tersebut. Ketiganya merupakan program prioritas dari PKK. Aksi pencegahan stunting; revitalisasi program gotong royong dan pencegahan penggunaan gawai pada anak dan orang tua.
“Kita ingin ibu-ibu bisa mensosialisasikan program ini di tempat ibu-ibu. Kita harus bisa memaksimalkan masyarakat untuk mengikuti kegiatan PKK,” kata Dyah.
Program PKK, kata Dyah akan sukses jika diterapkan oleh keluarga hingga ke kelompok terkecil di tingkat gampong. Karena itu, berbagai gerakan bersama harus dilakukan agar kesejahteraan keluarga ikut meningkat.
Salah satu gerakan bersama yang krusial dan harus segera diutamakan adalah gerakan pencegahan dan penanganan stunting atau geunting. Kondisi Aceh saat ini adalah kritis dan masyarakat harus mewaspadainya.
“Kasus kita mengerikan. Sekitar 37 persen bayi malnutrisi parah, mereka menderita kondisi gizi buruk. Ada 3 sampai 4 dari 10 anak yang mengalami gizi buruk,” kata Dyah.
Dyah yakin jika seluruh kader PKI hingga ke tingkat gampong ikut serta memperhatikan dan memedulikan kondisi balita dan ibu-ibu hamil, maka kasus stunting bisa diberantas di Aceh. Apalagi jika dirata-rata sekitar 30 kader PKK di setiap gampong di Aceh, maka ada 191.910 kader PKK dari total 6.597 gampong di seluruh Aceh.
“Dengan pasukan yang luar biasa banyak kita bisa melakukan apa pun yang punya nilai mulai,” ujar Dyah. []

