WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) memuji pemerintah Indonesia dan otoritas di Aceh atas respons mereka terkait kedatangan 99 pengungsi Rohingya pada 24 Juni di perairan Indonesia. AS juga mengakui koordinasi erat antara Indonesia dengan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
“Kami menghargai tindakan kemanusiaan Indonesia sehubungan populasi rentan ini dan karena telah berperan sebagai pemimpin di dalam ASEAN terkait isu yang mendesak ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Sindonews pada Jumat (10/7/2020).
“Ini menjadi contoh kuat bagi negara-negara di kawasan dan seluruh komunitas internasional. AS mendorong pembagian tanggung jawab dan kerja sama regional dalam operasi pencarian dan penyelamatan, serta pendaratan yang aman dan manusiawi bagi mereka yang paling rentan yang tiba di pantai negara-negara ASEAN, terutama selama pandemi ini,” sambungnya.
Pada saat yang bersamaan, jelasnya, AS sangat terusik akan laporan bahwa militer Myanmar telah melakukan tindakan ofensif di kota Rathedaung, negara bagian Rakhine, yang tampaknya telah mengakibatkan ribuan orang terlantar, termasuk etnis Rakhine dan Rohingya.
“Kami telah menyatakan keprihatinan mendalam terkait eskalasi kekerasan antara militer Birma dan Tentara Arakan serta dampaknya terhadap masyarakat setempat. Kami menegaskan seruan kami sebelumnya tentang penghentian pertempuran, dialog damai, dan upaya baru untuk melindungi komunitas setempat, serta akses untuk organisasi kemanusiaan,” tukasnya. []
Sumber: Sindonews.com

