Aceh Tengah – Kolaborasi lintas sektor antara Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Dinas PUPR Aceh, serta TNI dan Polri membuahkan hasil nyata dalam upaya penanganan dampak bencana. Akses jalan dan jembatan di wilayah tengah Aceh yang sebelumnya rusak parah dan terputus akibat bencana kini berhasil ditembus, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi logistik kembali berjalan.
Jalur darurat yang dibuka saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda empat tanpa penggerak ganda, termasuk mobil 4×2. Meski demikian, pengguna jalan tetap disarankan menggunakan kendaraan dengan jarak bebas tanah (ground clearance) yang cukup tinggi demi keselamatan dan kenyamanan.
Pihak BPJN Aceh menjelaskan, tidak semua ruas jalan dan jembatan yang terdampak bencana memungkinkan untuk diperbaiki dalam waktu singkat karena tingkat kerusakan yang sangat parah. Oleh karena itu, pengalihan ke jalur alternatif menjadi solusi sementara agar akses transportasi masyarakat tidak terisolasi dan distribusi logistik tetap lancar.
“Jalur yang dibangun ini bersifat darurat. Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas, mengikuti rambu dan arahan petugas di lapangan,” ujar perwakilan BPJN Aceh.
Ke depan, BPJN Aceh bersama PUPR Aceh serta unsur TNI/Polri berkomitmen melanjutkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat guna mempercepat pemulihan infrastruktur secara permanen, baik jalan maupun jembatan, demi mendukung aktivitas masyarakat dan pemulihan ekonomi wilayah terdampak.
Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kondisi infrastruktur di wilayah tengah Aceh dapat segera pulih secara menyeluruh dan lebih tangguh menghadapi bencana di masa mendatang.[]

