• Beranda
Kamis, April 30, 2026
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Asisten II Buka FGD Bahas Optimalisasi Kawasan Sabang untuk Dukung Industri Minyak dan Gas Aceh

Januari 11, 2024
in Aceh, News
Asisten II Buka FGD Bahas Optimalisasi Kawasan Sabang untuk Dukung Industri Minyak dan Gas Aceh

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. Mawardi, saat menyampaikan sambutan Penjabat Gubernur Aceh sekaligus membuka FGD "Optimalisasi Wilayah Sabang sebagai Dukungan Berkelanjutan untuk Industri Minyak dan Gas di Aceh, di Hotel Kyriad Muraya, Banda Aceh, Kamis (11/1/2024).

BANDA ACEH – Badan Pengusahaan Kawasan Sabang, Rabu, 10 Januari 2024 menggelar focus grup diskusi (FGD) yang diikuti lintas pemangku kepentingan yang membahas potensi optimalisasi Kawasan Sabang, sebagai basis pendukung untuk industri minyak dan gas di Aceh. FGD ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi, mewakili Penjabat Gubernur Aceh.

FGD ini menyoroti urgensi persiapan infrastruktur shorebase yang memadai sebagai langkah awal untuk mendukung rencana besar Indonesia dalam mengeksplorasi sumber migas di perairan lepas pantai Aceh.

Dalam sambutan Pj Gubernur yang dibacakan Mawardi, menekankan, peran strategis Sabang sebagai pusat konektivitas migas Aceh. Dengan kemungkinan pengeksplorasian kandungan migas di perairan laut Andaman, Sabang dianggap sebagai lokasi yang strategis untuk dikembangkan sebagai shorebase atau pelabuhan terminal penghubung. Pelabuhan laut yang ideal di Sabang menjadi daya tarik utama, menyediakan konektivitas yang efisien antara industri migas di perairan laut Aceh dan wilayah darat.

Dalam konteks ini, status Sabang sebagai kawasan free trade zone juga diakui sebagai faktor penting. Kemudahan ini diharapkan dapat menjadikan Sabang sebagai pusat konektivitas utama bagi Aceh dengan dunia internasional, memfasilitasi aliran migas kepada pasar global.

Temuan baru-baru ini oleh Kementerian ESDM tentang lapangan migas di wilayah perairan Aceh menambah urgensi persiapan ini. Pemerintah menyoroti bahwa pembahasan dan perencanaan fasilitas pendukung, seperti shorebase, harus segera dimulai, agar segala sesuatu siap ketika rencana eksplorasi mendekati kepastian.

FGD ini dianggap sebagai langkah penting dalam membahas persiapan yang diperlukan. Dengan tersedianya fasilitas pendukung yang memadai, potensi migas di perut bumi Aceh dapat dioptimalkan, mendukung pencapaian target produksi nasional pada tahun 2030. Para peserta FGD berharap bahwa diskusi ini akan menghasilkan rekomendasi terbaik untuk kemajuan sektor tambang dan mineral di Aceh.

Dengan segala perubahan dinamika industri migas, pembahasan ini diharapkan menjadi titik awal untuk memastikan bahwa Aceh dapat memainkan peran kunci dalam mendukung target produksi nasional dan menjadi lumbung migas strategis di Indonesia. []

Next Post
Asisten III Sekda Aceh Hadiri Gerakan Menanam Pohon di Saree

Asisten III Sekda Aceh Hadiri Gerakan Menanam Pohon di Saree

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mualem Pimpin Rapat Bahas Validasi Data JKA Bersama Sekda dan Dinkes ‎
  • Buka Musrenbang Aceh 2027, Mualem Sebut Pemulihan Pascabencana Butuh Dukungan Besar Pemerintah Pusat
  • Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Dorong Peran Strategis Generasi Muda
  • Kepala BPSDM Aceh: Lingka, Wahana Menjadikan Inovasi Peserta Didik tak Terhenti di Ruang Presentasi
  • Wagub Aceh bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh