Dalam sambutannya usai pengukuhan, Wali Nanggroe menekankan kepada para Anggota Majelis Tuha Peut agar bersama-sama mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membangun Aceh sesuai dengan cita-cita perdamaian, dan membangun peradaban Aceh yang berlandaskan Dinul Islam.
Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin mengharapkan agar anggota Majelis Tuha Peut yang baru dikukuhkan bisa membantu kerja-kerja Wali Nanggroe Aceh. “Bisa menjadi pemberi saran dan pertimbangan yang baik kepada Wali Nanggroe,” kata Dahlan Jamaluddin.
Mereka yang dikukuhkan sebagai Anggota Majelis Tuha Peut Wali Nanggroe terdiri dari Prof. H. Azman Ismail, Prof. H. Syahrizal Abbas, Dr. M. Sayuti, Dr. Syarifah Rahmi, Drs. H. Sulaiman Abda, Tgk. Adnan Beuransyah, Saifuddin Harun, Jufri Hasanuddin, Tgk. H.M. Nuruzzahri Yahya, Tgk. H. Muhammad Amin Blang Blahdeh, Tgk. H. Baihaqi Panton, Tgk. H. Azhari Abd Latief Seulimum, Tgk. M. Ali, Tgk. Syeh Muhajir Usman, Dr. H. Tarmizi M. Daud, Dr. Abi Hasan, dan Abu Yazid Al-Yusufi.
Nama-nama tersebut merupakan hasil dari pemilihan oleh komisi pemilihan dan ditetapkan dengan Keputusan Wali Nanggroe.
Turut hadir pada acara pengukuhan tersebut Asisten I Pemerintah Aceh Bidang Pemerintah dan Keistimewaan M Jafar, para Anggota Majelis Tinggi Wali Nanggroe, Katibul Wali Nanggroe Azwardi AP, para staf khusus, serta sejumlah tamu undangan. []

