Banda Aceh – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China memberikan biaya logistik untuk 93 orang mahasiswa Indonesia termasuk mahasiswa Aceh, yang terisolasi oleh wabah Virus Corona di Kota Wuhan.
Salah satu mahasiswa Aceh di Wuhan, Fadil, menyampaikan telah menerima transfer dana dari KBRI. Dana tersebut, kata dia, dibagikan langsung melalui koordinator kampus masing-masing.
“Per orang menerima 280 RMB, kalau dirupiahkan kurang lebih Rp 560 ribu, itu diberikan untuk biaya tujuh hari pertama, mungkin nanti ada transfer tahap selanjutnya,” ujar Fadil, di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Selasa, (28/1).
Sebelumnya, Senin (27/1), Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri bersama Wakil Ketua Komisi I DPR RI Teuku Riefky Harsya juga mendatangi Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) di Jakarta, untuk meminta pemerintah melalui KBRI terus berkoordinasi secara intens dengan Pemerintah Tiongkok, dan memastikan seluruh WNI di negeri tirai bambu itu dalam kondisi aman.
Untuk diketahui, sebelumnya Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah mengirim dana sejumlah Rp 50 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup dan logistik 12 orang mahasiswa Aceh yang terisolasi oleh Virus Corona di Kota Wuhan.
Merebaknya Virus tersebut berakibat pada menipisnya stok makanan mereka. Selain itu, harga makanan juga naik lima kali lipat dari harga biasa.
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, juga meminta mahasiswa Aceh di Kota Wuhan untuk tetap tenang terkait merebaknya Virus Corona. Pemerintah Aceh, kata dia, terus melakukan upaya untuk membantu mahasiswa Aceh di sana. []

