• Beranda
Jumat, April 17, 2026
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Pantau Kondisi Pelajar di Wuhan, Pemerintah Aceh terus Berkoordinasi dengan KBRI

Januari 26, 2020
in Headline News
Pantau Kondisi Pelajar di Wuhan, Pemerintah Aceh terus Berkoordinasi dengan KBRI

Banda Aceh | ToA – Pemerintah Aceh sangat memeberi perhatian serius dengan kondisi terkini pelajar Aceh di Wuhan. Langkah-langah koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok dan Kementerian Luar Negeri terus dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini di aalah satu Kota Pelajar terbesar di Tiongkok itu.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani, saat memberikan keterangan pers kepada awak media, pada acara Konferensi pers terkait kondisi terkini mahasiswa Aceh di Wuhan, di Aula Dinas Sosial Aceh, Minggu (26/1/2020).

“Koordinasi terus kita lakukan dengan pihak terkait. Namun karena ini menyangkut hubungan antar negara, maka kita tentu berkoordinasi dengan Kemenlu dan KBRI di sana. Hari ini, Plt Gubernur bahkan telah menugaskan Kepala Dinas Soaial Aceh, untuk bertemu anggota Komisi I DPR RI dan Kemenlu untuk berkoordinasi, guna menentukan langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan terhadap adik-adik mahasiswa di sana,” ujar Saifullah.

Pria yang akrab disapa SAG ini menghimbau, agar keluarga para mahasiswa tidak resah dan panik atas status Kota Wuhan yang telah diisolasi oleh Pemerintah Tiongkok.

“Langkah isolasi yang dilakukan Pemerintah Tiongkok adalah upaya antisipasi yang dilakukan oleh otoritas di sana, demi keamanan warga yang berada di Wuhan maupun di luar Wuhan. Isolasi dilakukan agar virus corona tidak meluas. Jadi, jika ada yang terpapar, maka tidak akan membawa virus ke luar Wuhan dan siapa saja yang masuk ke Wuhan tidak akan terjangkit virus ini,” kata SAG.

“Alhamdulillah, berdasarkan data terbaru dan keterangan dari Mulia Mardi Direktur Pemuda Pelajar Indonesia se-Tiongkok, Mulia Mardi tadi, tidak ada satupun warga Aceh maupun warga Indonesia yang berada di Wuhan maupun di luar Wuhan yang terpapar corona,” sambung SAG.

SAG menambahkan, sejak hari Jum’at (24/1) Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial sudah melakukan komunikasi kepada para pelajar di Wuhan. Seluruh pelajar berharap Pemerintah Aceh menjemput mereka pulang.

“Permasalahannya adalah, tidak ada akses menuju ke Wuhan. Penerbangan internasional ke Wuhan dan baru akan dibuka pada Maret mendatang. Sedangkan penerbangan lokal baru akan dibuka pada Februari. Apalagi ini menyangkut hubungan antar negara, jadi apapun yang Pemerintah Aceh lakukan tetap harus berkoordinasi dengan KBRI dan Kemenliu. Saat ini kita terus berkoordinasi dengan KBRI. Alhamdulillah, KBRI memastikan bahwa stok makanan aman,” lanjut SAG.

Sementara itu, Fauzan Azima selaku Penasehat Khusus Plt Gubernur Aceh menambahkan, saat ini Pemerintah Aceh terus melakukan pemantauan dan beekoorsinasi dengan semua pihak terkait, baik di Indoneaia maupun di Wuhan, untuk mengetahui kondisi terkini para pelajar Aceh di Wuhan.

“Sesuai perintah Pak Plt Gubernur, hari Pak Al Hudri selaku Kadinsos Aceh sudah berangkat ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kemenlu dan anggota Komisi I DPR RI. Nantinya, hasil pertemuan tersebut juga akan kami sampaikan kepada awak media. Konferensi pers lanjutan akan terus kita buat, sehingga masyarakat terutama keluarga para pelajar kita lebih tenang menghadapi situasi saat ini,” kata Fauzan Azima.

Mulia Mardi, Direktur Pemuda Pelajar Indonesia se-Tiongkok, yang juga masih menimba ilmu di salah satu Universitas di Wuhan menjelaskan, saat ini yang paling dibutuhkan oleh para mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan adalah masker khusus dan makanan.

“Merebaknya virus corona di Wuhan berakibat pada menipisnya stok makanan dan masker khusus, saat ini harga makanan bahkan sudah naik hingga lima kali lipat dari harga biasa. Kenaikan ini dipicu oleh kondisi di Wuhan karena sedang masuk dalam musim dingin, ditambah lagi dengan merebaknya corona. Toko makanan yang buka sangat minim dan selalu terjadi antrian panjang karena toko tidak buka setiap saat,” ungkap Mulia.

Mulia menambahkan, sejak Desember 2019, otoritas setempat sudah mengeluarkan peringatan terkait merebaknya virus, namun saat itu peringatan yang dikeluarkan adalah virus sars. Di awal Januari 2020, otoritas di Wuhan mengeluarkan peringatan baru yang menjelaskan, bahwa virus yang merebak adalah virus corona.

Mulia menjelaskan, saat ini ada sekitar 63 Mahasiswa Aceh di seluruh Tiongkok. 33 orang di antaranya berada di Wuhan. Namun sebahagian besar pulang atau memanfaatkan waktu liburan untuk mengunjungi daerah lain di Tiongkok.

Mulia adalah salah satu mahasiswa Aceh yang berada di luar Wuhan, saat kebijakan isolasi diberlakukan oleh otoritas setempat. Saat akan kembali ke Wuhan, otoritas setempat tidak memberi izin. Kejadian sebaliknya justru dialami oleh Safriadi dan Intan. Kedua pelajar asal Aceh ini berkuliah di wilayah Wing Cun. Namun saat kebijakan isolasi diberlakukan mereka sedang berkunjung ke Wuhan. Bersama 10 pelajar Aceh lainnya, saat ini keduanya berada di Wuhan.

“Saat ini teman-teman disana sudah mengisolasi diri di kamar. Dengan stok makanan dan stok masker khusus yang terus berkurang. Di musim dingin, memang aktivitas luar ruangan selalu kami batasi, karena suhu berada di angka 8 hingga 4 derajat celcius.

Saat ini, saambung Mulia, seluruh akses ke Wuhan telah ditutup. Subway, Metro bawah tanah sudah ditutup sejak tanggal 24 Januari lalu. Bus kota dan stasiun kereta api serta bandara juga sudah ditutup, kecuali ada lisenai khusus seperti ambulance dan mobil polisi. []

Next Post
Pantau Kondisi Pelajar di Wuhan, Pemerintah Aceh terus Berkoordinasi dengan KBRI

Selama Krisis Virus Corona, Pemerintah Aceh Tangung Biaya Logistik Mahasiswa

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Mualem Tegaskan JKA Tidak Dihapus
  • Mualem Minta Otsus Abadi 2,5 Persen di Hadapan Banleg DPR RI pada Rapat Perubahan UUPA
  • ‎Mualem Apresiasi Dukungan Rakyat, Tegaskan Hubungan Harmonis dengan Wagub
  • Kak Na: Aceh harus Menjadi Contoh Tuan Rumah yang Baik dan Sukses
  • Wagub Aceh Buka Rakor MPU se-Aceh 2026, Tekankan Peran Strategis Ulama dalam Menjaga Syariat dan Stabilitas Sosial
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh