Banda Aceh | ToA – Perhimpunan Intelektual Muda Aceh (Pintu Aceh) akan menggelar dialog “memahami deradikalisasi sebagai upaya menangkal masuknya paham radikal” di Aula Fakultas Fisip, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (28/11) besok.
Dialog tersebut diharapkan mampu memberi pemahaman kepada generasi muda Indonesia, khususnya Aceh, agar mampu menyadari potensi negatif cikal-bakal lahirnya paham radikalisme.
Ketua Perhimpunan Intelektual Muda Aceh, Husni Fahrizal, mengatakan maraknya aksi terorisme di Indonesia sangat mengkhawatirkan sehingga pihaknya tergugah untuk menggelar dialog tersebut.
“Teroris merupakan tindakan yang memiliki akar keyakinan, doktrin dan ideologi yang dapat menyerang kesadaran masyarakat,” kata Husni, Rabu (27/11).
Ia menyebut, masa transisi krisis identitas kalangan pemuda berkemungkinan mengalami sebuah proses mikro-sosiologis yang mendekatkan mereka pada penerimaan terhadap gagasan baru yang radikal.
“Alasan-alasan itulah yang membuat mereka sangat rentan terhadap pengaruh dan ajakan kelompok kekerasan dan terorisme,” kata Husni. []
