Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud segera bersiap dan turun ke tepi sungai desa Pante Luwah, Kecamatan Mane, Pidie. Mengenakan pelampung dan helm pengaman, orang nomor dua di Kabupaten Pidie ini langsung menaiki perahu karet yang sudah disiapkan panitia. Turut serta Kepala Dinas Kebudayaan Aceh, Jamaluddin dan Miss Scuba Indonesia 2017, Madhina Nur Muthia.
“Syukuri alam keindahan kita. Mari menjaganya dengan cara mengisinya dengan berbagai kegiatan positif. Salah satunya wisata arung jeram ini,” ujar Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud sambil mengacungkan jempolnya ke atas.
Tanpa dikomandoi, mereka langsung menaiki perahu karet yang sudah disandarkan di tepian sungai. Usai mengecek berbagai kelengkapan dan sekaligus dipandu oleh guidenya masing-masing, perahu karet yang mereka tumpangi langsung meluncur bebas ke hilir sungai.
Lokasi pengarungan yang dilintasinya dimulai dari desa Pante Luwah, Kecamatan Mane dan berakhir di Cot Kuala, desa Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse. Adapun rute yang ditempuh sepanjang 8 kilometer dengan durasi pengarungan sekitar 15 menit. Sungai Cot Kuala adalah hilir sungai yang terletak di desa Krueng Meuriam, Kecamatan Tangse, Pidie. Sungai ini muaranya tiga sungai, yakni sungai Tangse, Mane dan Geumpang yang mengalir hingga ke Teunom, Aceh Jaya.
Sepanjang rute yang dilalui, suguhan utama pengarungan ini adalah keindahan panorama alam yang masih berselimut kabut. Selama pengarungan, para pengarung menyempatkan diri untuk berswafoto bersama.
Bahkan karena jumlah peserta yang ramai, di antaranya malah menjadikan lokasi itu tempat saling siram sehingga suasana menjadi hingar dan gaduh. Kegirangan yang tiada tara melawan rasa dingin dan mungkin lapar yang menyertai mereka.
“Di jalur ini saya merasakan sensasi. Ada saat tenang. Tapi tak lama karena sudah ketemu jeram lagi. Cocok dijadikan sebagai wisata keluarga,” timpal Miss Scuba Indonesia 2017, Madhina Nur Muthia.
Panitia memang sengaja hanya membuka area wisata sebagai lokasi pengarungan. Selain karena perdana, pilihan itu juga mempertimbangkan resiko yang mungkin dihadapi jika pengarungan sampai ke area sport yang berada di hilir sungai. Karena safety, jalur wisata juga boleh dijajal peserta yang tak bisa berenang.
Hal senada juga disampaikan Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin. Menurutnya, Wisata dan olah raga arung jeram di pedalam Kabupaten Pidie ini harus terus dikembangkan dan digalakkan, sehingga mampu memantik semangat dan para pencinta wisata sungai menjajal bakatnya.
“Ini yang terus kita prioritaskan. Alhamdulillah, respon dan niat baik Pemkab Pidie bak gayung bersambut. Harapan kita ke depannya, masyarakat setempat kita bina dan berikan pelatihan tentang desa binaan dan sadar wisata,” ujar Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin.
Jamaluddin menambahkan, komitmen dan keseriusan yang nyata dari Pemkab Pidie untuk menggalakan wisata patut diancungi jempol. Apalagi dengan hadirnya Komunitas Pencinta Sungai Tangse (KOMPESTA) dapat menjaga alam dan sekaligus mempromosikan keindahan Sungai Tangse, Mane dan Geumpang sebagai destinasi wisata air.
“Dengan semua potensi dan rencana itu, tentu menjadi tugas penggiat arung jeram bersama stakeholders untuk mengoptimalkan kinerja. Wisatawan sudah mulai melirik, mengatur waktu agar bisa datang dan mencoba arung jeram Tangse, Mane dan Geumpang,” ujar Kadisbudpar Aceh, Jamaluddin.

