Saat diberi kehormatan memberikan materi dihadapan 150 orang pimpinan Dayah Se Kabupaten Aceh Utara, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny mengatakan agar Dayah-dayah yang ada di Aceh tetap harus mempertahankan ciri khas dayah tradisional.
Ciri khas tradisional dayah yang dimaksud adalah “beut kitab kuneng”, sarungan, “beut-Semeubeut” di ateuh balee dan lain sebagainya yang menyangkut dengan keseharian di Dayah.
Dayah sebagai salah satu warisan peradaban Aceh wajib kita jaga bersama eksistensinya, Pemerintah Aceh sudah membuktikan bahwa perhatian yang diberikan kepada Pendidikan Umum dan Pendidikan Dayah adalah sama.
Untuk itu, mari kita kalangan dayah agar dapat memanfaatkan momentum ini sebagai ajang untuk mengembangkan pendidikan Dayah dengan menghasilkan alumni-alumni yang berdaya saing tinggi.
Dayah lewat alumninya harus siap mengabdi diberbagai sektor dan profesi dalam masyarakat , bukan hanya sekedar menjadi tukang baca do’a dan imam di meunasah, memang secara moral, alumni dayah diharapkan menjadi pioner penegak kebenaran dan penuntun umat ke jalan yang diridhai Allah SWT, tapi alumni dayah harus punya ketrampilan lain yang bisa menopang hidupnya secara ekonomi, ujar Usamah.[]

