• Beranda
Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Times Of Aceh
  • Beranda
  • Beranda
No Result
View All Result
Times Of Aceh
No Result
View All Result

Mualem Surati Presiden Prabowo, Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman di KEK Arun

Juni 25, 2026
in News
Tindak Lanjut Permintaan Gubernur, KKP Survei dan Siapkan Perbaikan Muara Perikanan Dangkal di Aceh

BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) akan menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pemanfaatan migas Blok Andaman sebagai motor hilirisasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Keputusan ini lahir dari rapat migas yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Kamis, 25 Juni 2026. Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, memimpin jalannya rapat tersebut.

Rapat menghadirkan sejumlah pejabat penting, termasuk Asisten II Setda Aceh T. Robby Izra, Kepala Biro Ekonomi Zaini, dan Kepala Dinas ESDM Asnawi. Pakar migas dan guru besar Universitas Syiah Kuala (USK) juga turut hadir. Staf Khusus Gubernur serta Juru Bicara Pemerintah Aceh Dr. Nurlis Effendi ikut melengkapi forum strategis itu.

Rencana hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe sejalan dengan program strategis nasional. Presiden Prabowo telah merancang 77 proyek strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029, dan pengembangan KEK Arun Lhokseumawe termasuk di dalamnya.

Guru Besar USK, Prof. Dr. Jasman J. Ma’ruf, mendukung penuh langkah Gubernur Mualem menyurati Presiden Prabowo.

“Itu langkah yang tepat, dan sangat bagus untuk Aceh,” kata Jasman.

Rapat membahas potensi turunan migas Blok Andaman secara rinci. Gas dari blok ini menghasilkan 300 MMSCFD, namun selama ini baru dibahas untuk kebutuhan listrik PLN saja. Padahal gas juga bisa menghasilkan metanol dan hidrogen yang bernilai strategis.

Metanol sendiri masuk dalam program strategis nasional biodiesel. Biodiesel berbasis kelapa sawit membutuhkan campuran metanol, sehingga peluang membangun pabrik metanol di KEK Arun sangat terbuka lebar. Rapat pun sepakat bahwa persiapan pembangunan pabrik metanol harus segera mulai.

Dari sisi kondensat, Blok South Andaman menghasilkan 7.500 barel per hari. Kondensat ini menghasilkan nafta dan kerosin untuk industri cat, serta gasoline untuk bahan bakar. Ketersediaan kondensat dalam jumlah besar ini membuka peluang berdirinya kilang minyak (refinery) di Aceh.

“Dengan berdirinya berbagai industri itu, maka akan berdampak pada tenaga kerja dan ekonomi Aceh,” kata Jasman.

Next Post
Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Pengembangan PLTS demi Ketahanan Energi Daerah

Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Pengembangan PLTS demi Ketahanan Energi Daerah

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Sekda Aceh dan PLN Pusat Bahas Pengembangan PLTS demi Ketahanan Energi Daerah
  • Mualem Surati Presiden Prabowo, Dorong Hilirisasi Migas Blok Andaman di KEK Arun
  • Sekda M Nasir Lepas 43 Atlet Taekwondo Aceh ke Kejurnas Sumut
  • Soal Blok Andaman, Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
  • Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Capaian dan Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi
Times Of Aceh

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Headline News
  • Aceh